Sebelum Musnah, Ayo Kunjungi Tempat-tempat Ini, Gan!

Setelah berpusing-pusing ria dalam hal web developer kita bersantai dulu nih ngeliatin pemandangan alam yang diberikan Tuhan untuk kita. artikel ini saya kutip di www.kaskus.co.id. cekidot gan 🙂

Planet Bumi diberkahi dengan kekayaan alamnya yang spektakuler. Jutaan tempat di Bumi menawarkan sensasi pemandangan yang hebat.

Miris, banyak sekali warisan alam tersebut yang terancam punah. Langsung saja, monggo disimak, Gan…

1. Amazon Rainforest — Brazil

Amazon Rainforest -- Brazil

 Hutan luas berjuluk “Earth’s Lung” berusia jutaan tahun yang menjadi rumah bagi lebih dari sepertiga jumlah spesies tanaman dan hewan di planet Bumi, juga rumah bagi beberapa suku terasing yang tersisa di dunia ini, berada di bawah ancaman serius deforestasi. Selama empat dekade terakhir, sekitar 40% area Amazon telah rusak, terutama akibat pertambangan, industri pertanian dan pembalakan liar.

2. Olympia — Greece

Olympia -- Greece

Situs Olimpiade pertama pada 776 SM, kota kuno Olympia telah dihuni sejak zaman prasejarah dan merupakan salah satu situs terhebat yang dimiliki sejarah arkeologi Yunani. Dalam beberapa tahun terakhir, musim panas yang kering menyebabkan kebakaran hutan yang telah menghanguskan daerah di sekitarnya, dan dikhawatirkan menggerogoti reruntuhan situs. Dengan meningkatnya temperatur dan rendahnya curah hujan, sebaiknya penggemar sejarah kuno segera mengunjunginya, sekarang juga.

3. Glacier National Park — Montana, USA

Dengan trek hiking sepanjang 700 mil yang mencakup padang rumput alpine dan danau yang cantik, taman nasional Montana adalah tempat favorit bagi penduduk setempat maupun pendatang. Namun, Glacier National Park mungkin akan segera mengalami perubahan wajah. Dari 150 gletser besar yang ada di taman nasional ini sejak 100 tahun yang lalu, saat ini hanya bersisa 25 titik saja. Para ilmuwan meramalkan, gletser-gletser tersebut akan hilang 15 tahun lagi, jika iklim bumi terus memanas seperti saat ini.

4. Galápagos Islands — Ecuador

Charles Darwin mendeskripsikannya sebagai “a little world within itself”, Kepulauan Galápagos menyajikan berbagai flora dan fauna besar, mulai dari kura-kura raksasa hingga flightless cormorant. Tetapi perubahan sedang terjadi di pulau-pulau terpencil ini. Akibat populasi yang membengkak, adanya empat bandara yang sibuk, serta masuknya penumpang kapal pesiar secara reguler, tak pelak menghancurkan kelestarian Galápagos.

5. Congo Basin — Congo

Mencakup enam negara dan berkontribusi terhadap hampir setengah dari oksigen dunia, Congo Basin adalah salah satu daerah padang gurun paling penting di planet ini. Menjadi habitat bagi gorila, gajah dan kerbau di padang sabana, rawa dan hutan, tempat ini adalah salah satu daerah dengan keanekaragaman hayati paling spektakuler di bumi. Terancam oleh deforestasi, pertambangan ilegal dan perdagangan satwa liar, para pecinta lingkungan khawatir bahwa populasi tanaman dan hewan hutan di lembah tersebut akan hilang pada tahun 2040.

6. Venice — Italy

‘Kota Terapung’ ini akan segera kehilangan julukannya. Tidak hanya karena Venice telah mulai tenggelam (turun sekitar 120mm pada abad kedua puluh), namun juga karena kota ini berada di bawah ancaman dari kenaikan permukaan laut (naik sekitar 110mm selama periode yang sama). Sebuah proyek untuk memperbarui sistem kanal dan pintu air sudah dijalankan, namun para ahli klimatologi berpendapat bahwa proyek tersebut mungkin tidak akan cukup berhasil untuk menyelamatkan kota.

7. Sundarbans — India & Bangladesh

Di perbatasan India dan Bangladesh, Sundarbans (atau “beautiful forests”) adalah rumah bagi banyak spesies yang terancam punah, mulai dari ikan mudskipper hingga populasi terakhir harimau hutan bakau. Saat ini, Warisan Biosfer Dunia ini berada di bawah ancaman limbah berbahaya, polusi industri dan deforestasi akut timber.

 8. The Snows of Kilimanjaro — Tanzania

Puncak gunung tertinggi di Afrika yang berselimut salju ini adalah salah satu contoh paling nyata dari efek pemanasan global. Para ilmuwan menemukan 85% es yang menutupi gunung pada tahun 1912 kini telah mencair, dan lebih dari seperempatnya sudah tidak ada lagi pada tahun 2000. Banyak yang memprediksi, gletser legendaris Tanzania mungkin akan hilang sepenuhnya dalam dua dekade ke depan.

9. Salar de Uyuni — Bolivia

Magnet bagi wisatawan penyuka fotografi, Salar de Uyuni adalah dataran payau terbesar dan paling memikat di planet ini. Tempat ini pun menyimpan setengah dari cadangan lithium dunia, yang sekarang sedang dieksploitasi oleh Pemerintah Bolivia. Seiring permintaan akan baterai lithium yang terus meningkat, bisa jadi, akan mengakibatkan punahnya Salar de Uyuni.

10. Patagonian Ice Fields — Argentina

Terdiri atas wilayah es terbesar di belahan bumi selatan di luar Antartika, gletser Patagonia terus menipis hingga rata-rata enam meter per tahun. Hanya tiga gletser yang meluas dalam beberapa tahun terakhir, tetapi 90% sisanya menyusut. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk menyaksikan fenomena es di selatan Argentina, sebelum mencair dan musnah. 

11. The Maldives

Pantai yang indah, tempat snorkeling yang menakjubkan dan resort bintang lima, telah memikat perhatian untuk mengunjungi Maladewa setiap tahun. Tapi masa depan tidak terlihat cerah bagi negara ini. Environmental Programme PBB memperkirakan, Maladewa akan menjadi negara pertama yang hilang -pada akhir abad kedua puluh satu- jika permukaan laut terus meningkat.

12. Madagascan Rainforest

Habitat bagi 50 spesies lemur, dua pertiga total spesies bunglon di dunia dan jerapah kumbang, Madagaskar adalah surga bagi pecinta satwa liar. Film-film dokumenter dan film animasi sering menggambarkannya sebagai pulau dengan hutan yang lebat, padahal kenyataannya jauh dari itu. Hampir 90% hutan asli pulau itu saat ini telah hilang, dan adalah kenyataan yang menyedihkan bahwa banyak spesies endemik Madagaskar yang akan hilang sebelum sempat ditemukan.

13. Komodo Island — Indonesia

Didirikan pada tahun 1980 untuk melindungi komodo yang terancam punah, taman nasional yang berada di Indonesia Timur ini menarik minat para penyelam dan fotografer bawah air karena kekayaan spesies karang dan mamalia laut langkanya. Saat ini, pulau dan perairan di sekitarnya berada di bawah ancaman. Coral bleaching dan pengasaman laut terancam akan membunuh terumbu karang yang spektakuler, sementara kenaikan populasi manusia dan para backpacker dengan cepat mengubah wajah pulau yang dahulu tak tersentuh ini.

14. Great Barrier Reef — Australia 

Habitat bagi 2.900 spesies terumbu karang, 600 pulau dan lebih dari 1.500 spesies ikan, Great Barrier Reef adalah salah satu tempat dengan keanekaragaman hayati paling spektakuler di bumi… untuk saat ini. Ia telah kehilangan sekitar setengah dari jumlah total karang selama 30 tahun terakhir sebagai akibat dari peningkatan badai tropis, coral bleaching dan pengasaman laut. Jika tingkat polusi karbon dan suhu laut terus meningkat, para ahli memprediksi bahwa gugusan karang ini dapat mengalami kerusakan permanen pada tahun 2030.

15. Glaciers of the European Alps — Switzerland

Alpen mulai mencair pada 150 tahun yang lalu, di akhir ‘Little Ice Age’, dan sejak 1980-an tingkat pencairan gletser telah meningkat secara dramatis. Salah satu hasil positif dari pencairan gletser adalah munculnya ratusan kristal air jernih baru di Pegunungan Alpen. Namun, ini hanyalah sedikit kabar baik bagi penduduk setempat, yang khawatir longsoran salju mungkin jatuh ke dalam danau, dan mengakibatkan adanya gelombang pasang tinggi yang menyapu desa-desa mereka.

16. The Door to Hell — Turkmenistan

Di tengah Gurun Karakum di Turkmenistan, the Door to Hell sengaja dibakar pada tahun 1971 setelah para ahli khawatir akan pancaran gas beracunnya. Lebih dari 40 tahun kemudian, “neraka” yang menganga itu terus mengamuk. Sulit untuk memprediksi, kapan pemerintah akhirnya dapat memadamkan “neraka” berbahan bakar metana itu, atau berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membakarnya habis secara alami.

17. Dead Sea — Israel, Jordan & Palestine

Ini adalah ironi yang kejam, namun sesuai namanya, Laut Mati mungkin akhirnya akan benar-benar mati. Dikenal dengan kadar garamnya yang tinggi -yang memungkinkan kita untuk mengambang begitu saja-, Laut Mati telah lama menarik wisatawan dan sunseekers dari seluruh dunia. Gabungan antara faktor manusia dan geologi telah memberi kontribusi pada kematian laut kuno ini, di mana ketinggian air turun sekitar tiga meter per tahun.

18. Choquequirao Archaeological Park — Peru

Ini adalah “saudara” dari situs arkeologi Machu Picchu, juga disebut “the other Inca Trail”. Sulit untuk dicapai dan masih belum cukup dikenal. Namun, dengan adanya rencana pembangunan jaringan jalan tol di sekitar Cusco dan cable car yang dibangun di lembah ApurĂ­mac, Choquequirao Archaeological Park sangat terancam. Kunjungi sekarang, sebelum reruntuhannya benar-benar hancur.

 19. Bordeaux Vineyards — France

Wilayah yang terkenal sebagai penghasil anggur terbaik di Perancis ini, diprediksi akan mengalami penurunan dua pertiga produksi selama 40 tahun ke depan, karena pergeseran suhu, hujan dan sinar matahari. Akibatnya, dan ironis sekali, produsen anggur Perancis akhirnya berlomba-lomba membeli tanah di Sussex dan Kent di Inggris Selatan, di mana areal kebun anggur telah meluas hampir dua kali lipat selama sepuluh tahun terakhir.

20. The Alaskan Tundra — USA

Tundra luas Arktik yang terpencil ini meliputi pantai utara dan barat Alaska. Ini adalah bioma terdingin di dunia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir daerah utara Alaska mengalami peningkatan suhu secara dramatis -lebih cepat dari tingkat rata-rata global- yang telah menyebabkan mencairnya lapisan es di kawasan itu. Peningkatan tingkat erosi pantai juga berdampak langsung pada populasi beruang kutub dan mangsanya.

Sumur : KasKus.co.id

Recent Tags:

Sebelum Musnah, Ayo Kunjungi Tempat-tempat Ini, Gan! | Andi Mariadi | 4.5

Leave a Reply